Polres Gorontalo Kota-Pemkot Sidak Distributor Minyak Goreng

Kepolisian Polres Gorontalo Kota bersama Walikota dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Gorontalo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa distributor minyak goreng yang berada di wilayah Kota Gorontalo, Rabu (26/3/2023).

GORONTALO-EKSIS – Polres Gorontalo Kota bersama Walikota dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Gorontalo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa distributor minyak goreng yang berada di wilayah Kota Gorontalo, Rabu (26/3/2023).

Sidak ini merupakan instruksi pemerintah pusat dan Mabes Polri agar para distributor harus mengeluarkan barang untuk memenuhi ketersediaan minyak goreng menjelang ramadhan 2022.

“Hari ini kami bersama Pemerintah Kota Gorontalo melakukan sidak di empat lokasi yang merupakan distributor minyak goreng, guna meminta serta memperingatkan agar distributor tidak melakukan penimbunan minyak goreng,” kata Kapolres Gorontalo Kota melalui Kasat Reskrim Iptu Nauval Seno.

Dari sidak ini, akan diketahui jika stok minyak goreng kemasan di Kota Gorontalo relatif masih aman. Hanya saja, rantai distribusi masih sedikit macet di tingkat penjual sehingga nantinya bakal menurunkan tim khusus untuk mengurai distribusi dari penjual ke pembeli.

“Kami akan memonitor gudang agar distribusi lancar. Dan kami ingatkan bahwa ada ancaman hukuman pidana untuk penimbun,” tegasnya.

Iptu Nauval memaparkan, dari hasil pengecekan di sejumlah distributor minyak goreng, distributor PT Manggala Utama Stok tersedia saat ini 19.416 liter. Sementara untuk pendistribusian minyak goreng tersebut PT. Manggala Utama mendistribusikan minyak goreng setiap harinya ke beberapa wilayah di Gorontalo sesuai jadwal yang telah di atur. Sementara PT Cipta langgeng tersedia stok 9.600 liter dan belum melakukan pendistribusian karena masih menunggu instruksi relaksasi harga minyak goreng kemasan dan premium sesuai surat edaran kementrian perdagangan No 9 tahun 2022.

“Menurut pengakuan dari pemilik perusahaan, ada instruksi dari pabrik untuk pendistribusian minyak goreng di-stop dulu, sambil menunggu peraturan menteri perdagangan yang baru, sesuai hasil rapat dengan presiden,” tutup Iptu Nauval.(opi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *