Ribuan Kilogram Sarang Walet Gorontalo Dikirim ke Daerah Lain

Ilustrasi sarang walet. (Net)

GORONTALO-EKSIS – Sarang burung walet adalah komoditas yang sangat potensial untuk dikembangkan saat ini.
Tak heran, hingga sekarang pembangunan Rumah Burung Walet di Provinsi Gorontalo terus bertambah. Selain keuntungannya yang cukup menggiurkan karena harganya tinggi dikisaran Rp8 jutaan sampai Rp15 jutaan per kg, juga usaha ini sangat mudah. Tercatat ada kurang lebih 675 rumah walet yang tersebar di beberapa wilayah kabupaten/kota.
Potensi itu didukung oleh ketersediaan pakan dan iklim wilayah Gorontalo yang sangat bagus untuk habitat burung walet jangka panjang.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Provinsi Gorontalo, melalui Subkoordinator Substansi Kelompok Karantina Hewan, Laras Istian Widodo, mengatakan, sarang burung walet di Gorontalo dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tercatat di awal tahun hingga Mei 2021, ada 3.409,6 kilogram (3,4 ton) yg sudah di kirim kebeberapa wilayah di Indonesia, seperti Batam, Jakarta, Medan, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Bekasi, Makassar, hingga Jambi.
Pengiriman sarang walet dari Gorontalo sendiri, menurut Laras, secara tindakan karantina masih dalam kondisi kotor.
“Di Gorontalo tempat pencucian sarang walet masih minim, sehingga pengiriman ke antar pulau ini masih dalam kondisi kotor, tindakan dari Balai karantina sendiri hanya memeriksa kondisi fisik dari sarang burung walet,” jelasnya.
Harapannya untuk para petani sarang walet agar lebih meningkatkan investasi terkait pencucian, karena mengingat produksi sarang walet di Gorontalo cukup tinggi. “Jadi perlu upaya peningkatan produk lebih bersih lagi, supaya hasil dari sarang walet yang sudah bersih ini bisa langsung di ekspor, karena syarat mengekspor sarang walet ini harus sudah bersih,” tuturnya.(opi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *