Tahun Ini, Asosiasi UMKM Bone Bolango Bakal Beri Pelatihan Pelaku Usaha di Pelosok Desa

Sejumlah produk Gibram Kinamang, salah satu UMKM di Bone Bolango.

GORONTALO- EKSIS – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki persentase serta kontribusi yang besar di Indonesia. Selain itu, kelebihan dari kelompok usaha ini adalah sudah terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan ekonomi.

Maka untuk itu sudah menjadi keharusan untuk melakukan penguatan kelompok UMKM yang melibatkan banyak kelompok. “UMKM memiliki kontribusi atau peranan cukup besar, yaitu perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja. Pembentukan produk, penyediaan jaring pengaman terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk menjalankan kegiatan ekonomi produktif,” kata Ketua Asosiasi UMKM Kabupaten Bone Bolango, Elisabet Mariana Mahieu kepada Ek-sis.id, Sabtu (1/1/2021).

Bahkan untuk memajukan UMKM di Bone Bolango pihaknya akan memprogramkan di tahun 2022 ini, melakukan pelatihan-pelatihan di pelosok-pelosok desa yang tujuannya agar para pelaku UMKM di pelosok mendapat perhatian khusus seperti pendampingan dan pelatihan.

“Tahun ini kami dan instansi-instansi terkait akan memprogramkan pelatihan bagi pelaku UMKM yang ada di pelosok-pelosok desa, yang nantinya pelatihan ini kami akan memanfaatkan bahan baku olahan yang ada pada desa mereka masing-masing,” ujar Elisabet.

Selain itu, Owner dari Gibram Kinamang Bone Bolango ini menambahkan, adapun pelatihan yang diikuti oleh pelaku UMKM, diantaranya pelatihan wirausaha pemula, manejemen usaha, pembukuan, perhitungan HPP prodak, penguasaan digital, pemasaran via online, marketplace, pelatihan expor import, permodalan lewat perbankan (KUR), dan juga pelatihan pemasaran melalui aplikasi KAKRG. “Dan semua pelaku usaha wajib menggunakan pembayaran melalui digital QRIS,” terangnya.

Diakuinya dalam pengembangan UMKM di Bone Bolango turut menjadi perhatian Pemerintah Bone Bolango dalam hal ini Bupati Hamim Pou, dengan memudahkan perizinan-perizinan untuk pelaku UMKM seperti SSP IRT, Halal, Haki, BPOM. Sehingga memudahkan para pelaku UMKM untuk menciptakan inovasi produk dan kualitas, cita rasa yang enak dengan perizinan yang lengkap sehingga bisa bersaing dengan UMKM yang ada di daerah lainnya.(ana/opi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *